Thursday, September 5, 2013

SENYUM ( Sunnah Pengundang Berkah )


Sahabatku... Aku tulis tentang SENYUM sore ini, karena banyak manusia saat ini mengalami "era stress" gampang marah, penuh curiga, nafsi - nafsi dan semuanya bersifat duniawi. Senyum tuluspun jadi langka, memang beragam senyum itu ada senyum politik, senyum komersial, senyum godaan dan sebagainya.

Sangat berbeda senyum orang mu'min, karena berangkat dari hati yg tulus, salam, bahagia, cinta karena Alloh, do'a, da'wah & sangat terasa.

"Al'lughoh adzdzauqoh" bahasa itu rasa, wajah adalah bahasa hati. Betapa senangnya kita tebar senyum kpd siapapun meskipun kpd yg berbeda keyakinan sampai kpd yg cuek sekalipun. Karena senyum bukan mengharap balasan pujian, balasan senyum. Tetapi senyum kita karena kita bagian dari "I'M MUSLIM" (QS 3 :64).

Insya Alloh, kalian sahabatkupun merasakan senyumku saat menulis ini, walau kalian hanya membaca coretanku ini, semoga kalianpun ikut senyum membaca. Itu membuktikan BAHASA itu RASA.

Semoga hari kita semakin berkah...

Monday, July 29, 2013

DO'A




 Sahabatku, gapai harapan & keindahan dengan berdo'a...
Alloh Azza wa Jalla memerintahkan kepada kita untuk berusaha, akan tetapi kita sering lalai akan hakikat usaha. Hakikat usaha yang sering terlupakan adalah berdo'a. Alloh amat senang dengan hambaNya yang banyak berdo'a bahkan Alloh telah berjanji akan menqobul semua do'a hamba - hambaNya. Do'a adalah bagian dari usaha kita, karena dia ada di awal, tengah dan akhir...

Sahabatku, mari kita berdo'a pada Alloh : " Bismillah Walhamdulillah, Allohumma sholi ala Sayyidinaa Muhammad, Yaa Alloh ampuni dosa kesalahan kami, dosa kesalahan Orangtua kami, ridhoi kami yaa robb. Yaa Alloh engkau yg maha mencukupi cukupkan yg kami butuh, qobulkan segala hajat niat baik kami... Aamiin ".

*Mhn di Aamiini munajat kita ini.

Alfaqirul ilim waddhoif.

 

Wednesday, July 17, 2013

I L M U




"Kalau saja Ilmu memiliki gambar dan rupa, maka rupa dan gambarnya lebih bagus dari pada rupa dan gambar matahari, bulan, bintang dan langit". ( Al'Imam Hasan Al'Bashri )

Subhaanalloh dari keistimewaan Ilmu Alloh Azza Wa Jalla. Dan Alloh Azza Wa Jalla pun mengabarkan berita gembira bagi hambaNya bahwa Orang - orang yg berilmu akan Alloh angkat derajatnya. Semoga tulisan ini menambah semangat kita untuk selalu ingin mencari Ilmu dan duduk di majlis - majlis Ilmu.

Yaa Alloh, berikan kami keinginan yg penuh ikhlas dlm mencari ilmu, anugerahi kami pula ilmu yg berkah & bermanfaat. Aamiin yaa Akromal akromiin.
...

*Mhn sudi mengamini karena ini munajat kita semua.

Salam dr sahabatmu.

Alfaqir
Burhanuddin Shofwan Ahmad MT

Tuesday, June 25, 2013

UMAT TERBAIK, HIDUP BERKAH



Assalamu'alaikum Warrohmatullohi Wa Barokaatuh...

Sahabatku... BERKAH ALLAH untuk hambaNya adalah tanda rahmat Alloh untuk hamba itu, dan bila hamba itu sudah di berkahi Alloh, maka apa saja yg terjadi pada hamba itu membuatnya semakin dekat pada Alloh.

  • Nabi Yusuf dgn tampannya tdk tergoda untuk berzina bahkan memilih penjara dari pd berbuat ma'siat (QS 12:33).  
  • Nabi Sulaiman dgn kekuasaan & kecerdasannya, semakin hebat Sujud & Syukurnya pd Alloh (QS 27:40). 
  • Nabi Ayyub dgn sakitnya yg menahun, semakin Ikhlas & Baik sangka dgn qodhoNYA (QS 21:83-84). 
  • Nabi Muhammad sebagai Sayyidil Mursalin Imamnya para Nabi semakin hebat Istighfarnya pd Alloh & Rendah hatinya pd umatnya (QS 26:215). Beliau bersabda : "Tidaklah aku bangun dari tempat dudukku kecuali aku istighfar 70 kali".

Bila senang bersyukur & bila susah bersabar, itulah BERKAH. Tidak ge'er karena pujian, tidak minder karena keadaan dan tidak sakit hati karena hinaan.

Ko bisa HIDUP TANPA KELUH KESAH...? karena tau semuanya Ujian dan KaruniaNya. Subhaanalloh, indahnya hidup ini.

Semoga Alloh memberkahi kita dgn sifat sabar dan syukur atas semua ketentuanNya. Aamiin !!!

*Mhn di Aamiini karena ini adalah doa kita.

Alfaqirul ilim Waddhoif.

MENGAPA MUSLIMAT BELUM BERJILBAB

 
 Assalamu'alaikum Warrohmatullohi Wa Barokaatuh..

Sahabatku, mengapa muslimat belum berjilbab..? Alasanya :

1. Belum tau tujuan, hikmah & hukum jilbab itu wajib (QS 33:59).
2. Tau tetapi belum siap.
3. Sangat cinta dunia.
4. Banyaknya maksiat sehingga merasa belum pantas berjilbab.
5. Pengaruh keluarga, lingkungan, pendidikan, kebiasaan & budaya sekuler.
6. Anggapan kalau Islam itu hanya ritual sholat, haji dll.
7. Anggapan yg penting aku baik padahal agama adalah tunduk patuh pada SYARIATNYA.
8. Pengalaman jelek pada wanita berjilbab yg buruk akhlaqnya padahal Islam adalah agama sampul ( jilbab ) dan isi ( akhlakq mulia).
9. Merasa tdk cantik dgn berjilbab, padahal kecantikan sebenarnya takala menjadi wanita sholehah.
10. Belum tau dosa besar dgn siksa pecut api neraka pada bagian aurat yg terbuka.

Subhaanalloh, mulailah mempelajarinya, jangan malu, gengsi, minder, menunda2 lagi, banggalah sebagai wanita mu'minat & belajarlah kpd sahabat terdekat yg indah istiqomah dgn jilbabnya, hidup kita di dunia ini sekedar mampir. sahabatku... Mohon maaf & doakan aku.

"Semoga Alloh selalu meridhoi & memberkahi kita".

Alfaqirul ilim waddhoif.

Tuesday, June 18, 2013

MARS LPI




Hasbunallaah Wa Ni'mal Wakiil
Ni'mal Maulaa Wa Ni'man Nashiir 2x

Laa Haula Wa Laa Quwwata illaa Billaah .... 4x

Kami Laskar...Bukannya Barbar
Bukan Makar...Tak Main Bakar
Bukan Liar.......Tak Main Hajar
Kami Tegar.....Allaahu Akbar

Laa Haula Wa Laa Quwwata illaa Billaah .... 4x

Kami Berda'wah..Bukan Pengghibah
Kami Berhisbah...Bukan Bedebah
Kami Berjihad......Bukan Penjahat
Kami Berjuang....Bukan Pecundang

Laa Haula Wa Laa Quwwata illaa Billaah .... 4x

Kami difitnah.....Itu Biasa
Kami Dibunuh....Jadi Syuhada
Kami Dibui.........Menjadi 'Uzlah
Kami Dibuang...Anggap Tamasya

Laa Haula Wa Laa Quwwata illaa Billaah .... 4x

Hasbunallaah Wa Ni'mal Wakiil
Ni'mal Maulaa Wa Ni'man Nashiir 2x

Takbiiiiiiiiiiiiiiirrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrr!!!!

KETEGUHAN HATI



Assalamu'alaikum Warrohmatullohi Wa Barokaatuh.

Sahabatku.... Sikap perbuatan dan bicara seseorang tergantung cara pandang org itu, dan cara pandang org itu tergantung apa isi hatinya. Kalau isinya baik, cara pandangnya baik dan bicaranya baik dan sikapnyapun baik, seperti hamba Alloh yg bertaqwa selalu bicara baik, jujur, santun, tegas, pandai, rendah hati dan istiqomah (QS 4:9). Bandingkan dgn org yg hatinya buruk, pikirannya buruk sangka, mulutnya mudah dusta & caci maki, sikapnya angkuh.

Karena itu sahabatku, isilah hati dgn ARROJA Rasa rindu kepada Alloh & SyurgaNya. Dan ALKHOUF Rasa takut kpd Alloh & NerakaNya, buahnya kesenangan ibadah, semangat amal sholeh & kemuliaan akhlaq.

Subhaanalloh bahagianya hidup ini jika sudah begitu, sahabatku mari Aamiinkan doa ini :

"Yaa Alloh, ampuni dosa kami, ampuni kesalahan orangtua kami. Terangi hati kami dgn Nur hidayahmu lalu ridhoi ibadah dan hidup kami".

Alfaqirul ilim waddhoif.
Burhanuddin Shofwan Ahmad MT.

SUBUH PENUH BAROKAH



Assalamu'alaikum Warrohmatullohi Wa Barokaatuh...

Sahabatku... subuh - subuh org2 beriman itu sudah di bahagiakan Alloh, saat ia bersama - sama berjalan dgn anak2nya berjama'ah ke mesjid, sekali - kali ia gandeng tangan anaknya, sekali - kali ia cium pipi anaknya, sekali - kali ia usap kepala & ia peluk anaknya, dgn udara yg padat oksigen sejuk segar menyehatkan, setiap langkahpun bertambur rahmat & ampunan Alloh, sampai di mesjid ia pun bertemu saudara2nya seiman, karena memang HANYA ORG YG BENAR - BENAR BERIMAN YG MAU MEMAKMURKAN MESJID (QS 9:18).

Bahagia menatap wajah2 mereka yg teduh, damai, bersahaja & bercahaya, buah dari air wudhu & kesenangan ibadahnya, selesai sholat, zikir & doa meraih "hikmah" dari Kitab Hadist yg di bacakan imam.

Pulang dari mesjid dgn jalan berbeda & ada kesempatan beramal mematikan lampu2 jalanan, begitu sampai di rumah anak2 berhamburan mencium tangan & memeluk Ummii nya setelah ucapan Salam, oh ya tentu suamipun mencium kening bidadari nya dgn doa " Yaa Alloh, bahagiakan keluarga kami dunia akhirat... Aamiin".

Indah nian subuh bagian org2 beriman, kini ini aku semakin faham doa Rosululloh "Yaa Alloh berkahi umatku di waktu subuh". Sungguh org2 beriman itu hari - harinya selalu di awali dgn KEINDAHAN AMAL IBADAH, Subhaanalloh.

Semoga Alloh Azza Wa Jalla memberi kita jodoh - Jodoh terbaik dunia & akhirat, Yaa Robb jadikan kami keluarga2 kebangganmu.. Aamiin.

*Mhn di Aamiini karena ini a/ Do'a kita bersama.

Wassalamu'alaikum
_Alfaqir_
Burhanuddin Shofwan Ahmad MT.

M A T A


Assalamu'alaikum Warrohmatullohi Wa Barokaatuh.

Mata adalah karunia dan amanah Alloh (QS 90:8). Sungguh matapun akan bersaksi tentang apa yg saja yg di saksikannya (QS 17:36).

Rosululloh mengingatkan "Siapa yg menahan matanya dari melihat yg Alloh haramkan untuknya, maka Alloh akan memberi padanya halawatan iman (kelezatan di hatinya)". Karena itu yg di sebut "buta" bukanlah mata kepala tetapi buta mata hati (QS 22:46).

Betapa banyak org yg terbuka mata kepalanya malah membutakan mata hatinya, lebih baik buta mata kepala tetapi terbuka mata hatinya ? Dan tentu lebih jauh - jauh, jauh lebih baik & utama dgn terbukanya mata kepala ini membuat mata hati kita terbuka, apa yg kita lihat membuat kita bersyukur, kagum, cinta, takut dan mendekat kepada Alloh. Itulah yg di sebut "Ainul barokah" mata yg telah di berkahi Alloh.

Sahabatku, mata hati yg bersih itu mudah menangis karena Alloh, mudah mengakses Nur Hidayah Alloh, firasat jadi tajam, doapun mustajab, tenang damai walau dlm ujian hebat, pikiranpun jernih, bicara menjadi hikmah, lahirnya sifat - sifat adiluhur Akhlaq yg MULIA.

Subhaanalloh...

"Semoga Alloh jaga setiap kedipan mata kita, keluarga kita & anak2 cucu keturunan kita dari apa yg Alloh haramkan & membuat kita semakin mensyukuri nikmat - nikmatNya" Aamiin..

*Mhn di Aamiini, ini do'a kita semua.

Alfaqirul ilim waddhoif.
Burhanuddin Shofwan Ahmad MT.

GAMBARAN SHOLAT KEKASIH ALLOH SWT (ROSULULLOH SAW)



Assalamu'alaikum Warrohmatullohi Wa Barokaatuh.

Sahabatku simaklah... !!! di antara keadaan Rosululloh saat sholat. Abdulloh bin Assyikhkhir R.A Berkata : "Aku datang menemui Rosululloh yg saat itu sedang sholat, sementara di dadanya ada suara bergolak seperti bergolaknya air yg mendidih karena menangis". (HR Abu Dawud & Tirmidzi).

Subhaanalloh, begitulah gambaran sholat kekasih Alloh, Sayyidil mursaliin nabi Muhammad SaW. cinta, takut, berharap, rindu amat sangat kepada Alloh yg membuat beliau menangis hebat saat sholat.

Semoga Alloh membimbing kita untuk menjadi hamba Alloh yg mudah menangis karena Alloh...

*Jika berkenan alfaqirul ilim waddhoif dgn segala kerendahan hati kpd sahabat - sahabatku agar sudi mengAAMIINi doa di atas, karena itu adalah munajat kita semua.

Alfaqirul ilim waddhoif.
Burhanuddin Shofwan Ahmad MT

Sunday, March 10, 2013

BUKTI BUAH CINTA YANG MANIS KEPADA NABI MUHAMMAD DAN ORANG TUA ( BIRRUL WALIDAIN )

Assalamu'alaikum Wa rohmatullohi
Wa barokaatuh.....

Segala puji hanya milik Alloh Azza Wa Jall Robb Seluruh makhluq, Sholawat dan Salam tertuju untuk manusia sempurna Junjungan alam Baginda Nabi tercinta Rosululloh Muhammad SaW.


SaudaraKu.......
Pada zaman Nabi Muhammad SaW, ada seorang pemuda bermata biru, rambutnya merah, pundaknya lapang panjang, berpenampilan cukup tampan, kulitnya kemerah-merahan, dagunya menempel di dada, selalu melihat pada tempat sujudnya, tangan kanannya menumpang pada tangan kirinya, ahli membaca Al'Quran dan menangis, pakaiannya hanya dua helai sudah kusut yang satu untuk penutup badan dan yang satunya untuk selendangan, tiada orang yang menghiraukan, tak dikenal oleh penduduk bumi akan tetapi sangat terkenal di langit. Dia, jika bersumpah demi Alloh pasti terkabul. Pada hari kiamat nanti ketika semua ahli ibadah dipanggil disuruh masuk surga, dia justru dipanggil agar berhenti dahulu dan disuruh memberi syafa’at, ternyata Alloh memberi izin dia untuk memberi syafa’at sejumlah qobilah Robi’ah dan qobilah Mudhor, semua dimasukkan surga tak ada yang ketinggalan karenanya. Dia adalah “Uwais al-Qarni”. Ia tak dikenal banyak orang dan juga miskin, banyak orang suka menertawakan, mengolok-olok, dan menuduhnya sebagai tukang membujuk, tukang mencuri serta berbagai macam umpatan dan penghinaan lainnya.

Seorang fuqoha’ negeri Kuffah, karena ingin duduk dengannya, memberinya hadiah dua helai pakaian, tapi tak berhasil dengan baik, karena hadiah pakaian tadi diterima lalu dikembalikan lagi olehnya seraya berkata : “Aku khawatir, nanti sebagian orang menuduh aku, dari mana kamu dapatkan pakaian itu, kalau tidak dari membujuk pasti dari mencuri”. Pemuda dari Yaman ini telah lama menjadi yatim, tak punya sanak famili kecuali hanya ibunya yang telah tua renta dan lumpuh. Hanya penglihatan kabur yang masih tersisa. Untuk mencukupi kehidupannya sehari-hari, Uwais bekerja sebagai penggembala kambing. Upah yang diterimanya hanya cukup untuk sekedar menopang kesehariannya bersama Sang ibu, bila ada kelebihan, ia pergunakan untuk membantu tetangganya yang hidup miskin dan serba kekurangan seperti keadaannya.

Kesibukannya sebagai penggembala domba dan merawat ibunya yang lumpuh dan buta, tidak mempengaruhi kegigihan ibadahnya, ia tetap melakukan puasa di siang hari dan bermunajat di malam harinya Uwais al-Qarni telah memeluk Islam pada masa negeri Yaman mendengar seruan Nabi Muhammad SaW. yang telah mengetuk pintu hati mereka untuk menyembah Alloh, Tuhan Yang Maha Esa, yang tak ada sekutu bagi-Nya. Islam mendidik setiap pemeluknya agar berakhlaq luhur. Peraturan-peraturan yang terdapat di dalamnya sangat menarik hati Uwais, sehingga setelah seruan Islam datang di negeri Yaman, ia segera memeluknya, karena selama ini hati Uwais selalu merindukan datangnya kebenaran. Banyak tetangganya yang telah memeluk Islam, pergi ke Madinah untuk mendengarkan ajaran Nabi Muhammad SaW secara langsung. Sekembalinya di Yaman, mereka memperbarui rumah tangga mereka dengan cara kehidupan Islam. Alangkah sedihnya hati Uwais setiap melihat tetangganya yang baru datang dari Madinah. Mereka itu telah “bertamu dan bertemu” dengan kekasih Alloh penghulu para Nabi, sedang ia sendiri belum.

Hari berganti dan musim berlalu, dan kerinduan yang tak terbendung membuat hasrat untuk bertemu tak dapat dipendam lagi. Uwais merenungkan diri dan bertanya dalam hati, kapankah ia dapat menziarahi Nabinya dan memandang wajah beliau dari dekat ? Tapi, bukankah ia mempunyai ibu yang sangat membutuhkan perawatannya dan tak tega ditingalkan sendiri, hatinya selalu gelisah siang dan malam menahan kerinduan untuk berjumpa. Akhirnya, pada suatu hari Uwais mendekati ibunya, mengeluarkan isi hatinya dan memohon izin kepada ibunya agar diperkenankan pergi menziarahi Nabi SaW di Madinah. Sang ibu, walaupun telah uzur, merasa terharu ketika mendengar permohonan anaknya. Beliau memaklumi perasaan Uwais, dan berkata : “Pergilah wahai anakku ! temuilah Nabi di rumahnya. Dan bila telah berjumpa, segeralah engkau kembali pulang”. Dengan rasa gembira ia berkemas untuk berangkat dan tak lupa menyiapkan keperluan ibunya yang akan ditinggalkan serta berpesan kepada tetangganya agar dapat menemani ibunya selama ia pergi. Sesudah berpamitan sambil menciumi sang ibu, berangkatlah Uwais menuju Madinah yang berjarak kurang lebih empat ratus kilometer dari Yaman. Medan yang begitu ganas dilaluinya, tak peduli penyamun gurun pasir, bukit yang curam, gurun pasir yang luas yang dapat menyesatkan dan begitu panas di siang hari, serta begitu dingin di malam hari, semuanya dilalui demi bertemu dan dapat memandang sepuas-puasnya paras baginda Nabi SaW yang selama ini dirindukannya.

Tibalah Uwais al-Qarni di kota Madinah. Segera ia menuju ke rumah Nabi SaW, diketuknya pintu rumah itu sambil mengucapkan salam. Keluarlah sayyidatinaa Aisyah r.a., sambil menjawab salam Uwais. Segera saja Uwais menanyakan Nabi yang ingin dijumpainya. Namun ternyata beliau SaW tidak berada di rumah melainkan berada di medan perang. Betapa kecewa hati sang perindu, dari jauh ingin berjumpa tetapi yang dirindukannya tak berada di rumah. Dalam hatinya bergolak perasaan ingin menunggu kedatangan Nabi SaW dari medan perang. Tapi, kapankah beliau pulang ? Sedangkan masih terngiang di telinga pesan ibunya yang sudah tua dan sakit-sakitan itu, agar ia cepat pulang ke Yaman,” Engkau harus lekas pulang”. Karena ketaatan kepada ibunya, pesan ibunya tersebut telah mengalahkan suara hati dan kemauannya untuk menunggu dan berjumpa dengan Nabi SaW. Ia akhirnya dengan terpaksa mohon pamit kepada sayyidatina ‘Aisyah r.a. untuk segera pulang ke negerinya. Dia hanya menitipkan salamnya untuk Nabi SaW dan melangkah pulang dengan perasaan haru.

Sepulangnya dari perang, Nabi SaW langsung menanyakan tentang kedatangan orang yang mencarinya. Nabi Muhammad SaW menjelaskan bahwa Uwais al-Qarni adalah anak yang taat kepada ibunya. Ia adalah penghuni langit (sangat terkenal di langit). Mendengar perkataan baginda Rosululloh SaW, sayyidatinaa Aisyah r.a. dan para sahabatnya tertegun. Menurut informasi sayyidatinaa Aisyah r.a., memang benar ada yang mencari Nabi SaW dan segera pulang kembali ke Yaman, karena ibunya sudah tua dan sakit-sakitan sehingga ia tidak dapat meninggalkan ibunya terlalu lama.

Rosululloh SaW bersabda : “Kalau kalian ingin berjumpa dengan dia (Uwais al-Qarni), perhatikanlah, ia mempunyai tanda putih di tengah-tengah telapak tangannya.” Sesudah itu beliau SaW, memandang kepada sayyidinaa Ali k.w. dan sayyidinaa Umar r.a. dan bersabda : “Suatu ketika, apabila kalian bertemu dengan dia, mintalah do’a dan istighfarnya, dia adalah penghuni langit dan bukan penghuni bumi”.

Tahun terus berjalan, dan tak lama kemudian Nabi SaW wafat, hingga kekhalifahan sayyidinaa Abu Bakar ash-Shiddiq r.a. telah di estafetkan Khalifah Umar r.a. Suatu ketika, khalifah Umar teringat akan sabda Nabi SaW. tentang Uwais al-Qarni, sang penghuni langit. Beliau segera mengingatkan kepada sayyidinaa Ali k.w. untuk mencarinya bersama. Sejak itu, setiap ada kafilah yang datang dari Yaman, beliau berdua selalu menanyakan tentang Uwais al-Qorni, apakah ia turut bersama mereka. Diantara kafilah-kafilah itu ada yang merasa heran, apakah sebenarnya yang terjadi sampai-sampai ia dicari oleh beliau berdua.

Rombongan kafilah dari Yaman menuju Syam silih berganti, membawa barang dagangan mereka. Suatu ketika, Uwais al-Qorni turut bersama rombongan kafilah menuju kota Madinah. Melihat ada rombongan kafilah yang datang dari Yaman, segera khalifah Umar r.a. dan sayyidinaa Ali k.w. mendatangi mereka dan menanyakan apakah Uwais turut bersama mereka. Rombongan itu mengatakan bahwa ia ada bersama mereka dan sedang menjaga unta-unta mereka di perbatasan kota. Mendengar jawaban itu, beliau berdua bergegas pergi menemui Uwais al-Qorni. Sesampainya di kemah tempat Uwais berada, Khalifah Umar r.a. dan sayyidinaa Ali k.w. memberi salam. Namun rupanya Uwais sedang melaksanakan sholat. Setelah mengakhiri sholatnya, Uwais menjawab salam kedua tamu agung tersebut sambil bersalaman. Sewaktu berjabatan, Khalifah Umar segera membalikkan tangan Uwais, untuk membuktikan kebenaran tanda putih yang berada ditelapak tangan Uwais, sebagaimana pernah disabdakan oleh baginda Nabi SaW. Memang benar ! Dia penghuni langit. Dan ditanya Uwais oleh kedua tamu tersebut, siapakah nama saudara ? “Abdulloh”, jawab Uwais. Mendengar jawaban itu, kedua sahabatpun tertawa dan mengatakan : “Kami juga Abdulloh, yakni hamba Alloh. Tapi siapakah namamu yang sebenarnya ?” Uwais kemudian berkata: “Nama saya Uwais al-Qorni”.

Dalam pembicaraan mereka, diketahuilah bahwa ibu Uwais telah meninggal dunia. Itulah sebabnya, ia baru dapat turut bersama rombongan kafilah dagang saat itu. Akhirnya, Khalifah Umar dan Ali k.w. memohon agar Uwais berkenan mendo’akan untuk mereka. Uwais enggan dan dia berkata kepada khalifah: “Sayalah yang harus meminta do’a kepada kalian”. Mendengar perkataan Uwais, Khalifah berkata: “Kami datang ke sini untuk mohon do’a dan istighfar dari anda”. Karena desakan kedua sahabat ini, Uwais al-Qorni akhirnya mengangkat kedua tangannya, berdo’a dan membacakan istighfar. Setelah itu Khalifah Umar r.a. berjanji untuk menyumbangkan uang negara dari Baitul Mal kepada Uwais, untuk jaminan hidupnya. Segera saja Uwais menolak dengan halus dengan berkata : “Hamba mohon supaya hari ini saja hamba diketahui orang. Untuk hari-hari selanjutnya, biarlah hamba yang fakir ini tidak diketahui orang lagi ".

Singkat cerita beberapa waktu kemudian, tersiar kabar kalau Uwais al-Qorni telah pulang ke rahmatulloh. Anehnya, pada saat dia akan dimandikan tiba-tiba sudah banyak orang yang berebutan untuk memandikannya. Dan ketika dibawa ke tempat pembaringan untuk dikafani, di sana sudah ada orang-orang yang menunggu untuk mengkafaninya. Demikian pula ketika orang pergi hendak menggali kuburnya. Di sana ternyata sudah ada orang-orang yang menggali kuburnya hingga selesai. Ketika usungan dibawa menuju ke pekuburan, luar biasa banyaknya orang yang berebutan untuk mengusungnya. Dan Syeikh Abdulloh bin Salamah menjelaskan, “ketika aku ikut mengurusi jenazahnya hingga aku pulang dari mengantarkan jenazahnya, lalu aku bermaksud untuk kembali ke tempat penguburannya guna memberi tanda pada kuburannya, akan tetapi sudah tak terlihat ada bekas kuburannya. (Syeikh Abdulloh bin Salamah adalah orang yang pernah ikut berperang bersama Uwais al-Qorni pada masa pemerintahan sayyidinaa Umar r.a.)

Meninggalnya Uwais al-Qorni telah menggemparkan masyarakat kota Yaman. Banyak terjadi hal-hal yang amat mengherankan. Sedemikian banyaknya orang yang tak dikenal berdatangan untuk mengurus jenazah dan pemakamannya, padahal Uwais adalah seorang fakir yang tak dihiraukan orang. Sejak ia dimandikan sampai ketika jenazahnya hendak diturunkan ke dalam kubur, di situ selalu ada orang-orang yang telah siap melaksanakannya terlebih dahulu. Penduduk kota Yaman tercengang. Mereka saling bertanya-tanya : “Siapakah sebenarnya engkau wahai Uwais al-Qorni ? Bukankah Uwais yang kita kenal, hanyalah seorang fakir yang tak memiliki apa-apa, yang kerjanya hanyalah sebagai penggembala domba dan unta ? Tapi, ketika hari wafatmu, engkau telah menggemparkan penduduk Yaman dengan hadirnya manusia-manusia asing yang tidak pernah kami kenal. Mereka datang dalam jumlah sedemikian banyaknya. subhanaalloh orang yang melakukan aktivitas memandikan, mengkafani dan mesholati sekaligus menguburkan Uwais adalah para malaikat yang di turunkan ke bumi, hanya untuk mengurus jenazah dan pemakamannya. Baru saat itulah penduduk Yaman mengetahuinya siapa “Uwais al-Qorni” ternyata ia tak terkenal di bumi tapi menjadi terkenal di langit.......

Semoga kisah ini menjadi i'tibar bagi kita semua...

Wassalamu'alaikum Wa rohmatullohi Wa barokaatuh

Saturday, March 9, 2013

ISTIGHFAR JUGA KUNCI RIZQI LHOOO . . .















Assalamu'alaikum wa rohmatullohi wa barokaatuh......


Maha Suci Alloh Azza wa Jall........
Maha Agung DIA, Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
Memberi hikmah kepada siapa yang dikehendakiNya, dan mencabut hikmah dari siapa yang dikehendakiNya.

Kita semua sebagai manusia menghendaki hidup yang nyaman, bahagia, dan serba kecukupan. Untuk itu, setiap hari kita luangkan banyak waktu kita untuk pergi bekerja dan berharap rikqi selalu datang kepada kita. Tapi inilah dunia, tempat dimana kita tidak tahu kapan dan dimana kita akan mendapatkan rizqi  kita. Tapi bagi orang yang percaya akan kekuatan Alloh SwT, rizqi adalah suatu yang pasti untuk seluruh umat manusia didunia. Hanya permasalahannya adalah setiap manusia mempunyai rizkinya masing-masing. Ada yang hidupnya selalu dilimpahkan rizki, ada yang selalu kekurangan. ada yang selalu senang, ada yang selalu sedih. maka akan timbul pertanyaan, bagaimana kita bisa mendapati hidup kita selalu dalam limpahan rizki dari Alloh SwT ?

Pernahkah terpikir bahwa “ hanya ” dengan Istighfar Alloh SwT akan memudahkan segala urusan kita dan memperbanyak harta kita ?

Istighfar bermakna memohon ampun kepada Alloh SwT. Ketika seseorang melakukan kesalahan atau dosa, ia dapat segera memohon ampun kepada Alloh SwT dengan membaca istighfar. Mengingat setiap manusia tidak pernah lepas dari salah dan dosa, maka istighfar semestinya dilakukan setiap saat dan sesering mungkin.
Rasululloh SaW sendiri yang terjaga dari salah dan dosa ( ma’sum ) tidak pernah lupa membaca istighfar. Kata beliau, ” Sesungguhnya terdapat kesalahan atas qalbuku, sehingga aku membaca istighfar sebanyak seratus kali dalam sehari ” (HR Muslim).

Meski demikian, istighfar tidak akan berarti apa-apa jika perbuatan dosa tersebut diulang kembali. Di sinilah pentingnya mengiringi istighfar dengan bertobat.

Tobat secara bahasa bermakna kembali. Yaitu, kembali kepada jalan yang benar. Tobat seseorang baru sempurna jika disertai dengan dua hal. Pertama, perbuatan dosa atau maksiat yang pernah dilakukan dijauhi dan tidak diulang kembali. Kedua, menyesali perbuatan dosa atau maksiat tersebut dengan diiringi tekad tidak akan melakukannya lagi.

Bukan hanya itu. Istighfar ternyata juga ada hubungannya dengan rizqi dan urusan lain dalam hidup. Sabda Rasulullah SAW, ” Siapa saja memperbanyak istighfar, maka Alloh akan melapangkan setiap kesusahannya, memberi jalan keluar setiap kesukarannya, dan memberi rizqi tanpa diduga-duga. (HR Abu Dawud dan Nasa’i).

Dalam salah satu ayat-Nya, Allah SWT berfirman, ”Maka aku (Nabi Nuh) katakan kepada mereka, ‘Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan lebat kepadamu, membanyakkan harta dan anak-anak, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan sungai-sungai’.” (QS 71: 10-12).

Dalam menafsirkan ayat ini, ahli tafsir Ibnu Katsir mengungkapkan bahwa istighfar dan tobat seseorang kepada Alloh akan menjadi jalan datangnya rizqi, turunnya hujan yang membawa keberkahan, bertambahnya keturunan, dan melimpah ruahnya hasil bumi.

Pada dasarnya, orang yang beristighfar sedang mengakui kesalahan yang mengotori jiwanya. Ketika ia memohon ampun dan bertobat, noda itu akan terhapus dari hatinya. Hati yang bersih akan mudah melakukan kebaikan, termasuk mencari rizki. Hati yang bersih akan mendorong seseorang untuk mendapatkan rezeki yang baik dan halal. Dari rizqi yang halal itulah turun keberkahan Alloh SwT.

Sebaliknya, hati yang dihiasi dosa, akan mendorong pemiliknya melakukan kejahatan. Ia tidak akan sungkan melakukan perbuatan kotor dan tidak halal. Dengan demikian, dosa dalam hati seseorang jika tidak segera dihapus dengan istighfar dan bertobat, akan menimbulkan dosa baru lainnya.

Pada akhirnya pribadi yang kotor oleh dosa akan jauh dari keberkahan rezeqi Alloh sebagaimana sabda Nabi SaW, ” Seorang hamba dicegah dari rizqi akibat dosa yang diperbuatnya.” (HR Ahmad dan Ibnu Majah).

Berkaitan dengan hadis ini, Ibnu Qayyim Al-Jauzi mengatakan, ” Jika ketakwaan merupakan penyebab datangnya rizqi, maka meninggalkannya dapat menimbulkan kefakiran. Tidak ada satu pun yang dapat memudahkan rizki Alloh kecuali dengan meninggalkan maksiat.”  Wallohu a’lam.

Saudaraku........
Rizqi tidak selalu berupa harta atau materi. Kesehatan kita juga adalah rizqi. Teman-teman yang baik adalah rizqi. Keimanan yang masih melekat di hati kita sehingga kita tergerak untuk taat, adalah rizqi. Sifat sederhana yang selalu menerima takdir Alloh SwT sehingga kita selalu hidup bahagia juga rizqi. Sungguh sebenarnya tiap jiwa senantiasa dalam rizqiNya. Hanya saja pasti ada nilai tertentu yang membedakan banyaknya rizqi itu dalam penilaian Alloh SwT.

Jadi, jika kita ingin selalu dilimpahkan rizqi olehNya, mari memperbanyak istighfar dan taubat. Semakin jauh kita dari dosa, semakin dekat kita dengan Alloh SwT, semakin dekat pula kita dengan kebahagiaan.


Semoga bermanfaat tulisan ini ada manfaatnya bagi kita semua...... Aamiin yaa azza wa jall

Wassalamu'alaikum wa rohmatullohi wa barokaatuh.......

Think Before You Speak . . . . .

Assalamu'alaikum Warrohmatullohi Wa barokaatuh.
Sahabatku, simaklah dgn iman Al'Ahzab 70 - 71 "Hai hamba - hamba beriman, bertaqwa kpd Alloh dan berkatalah dgn benar, niscaya Alloh akan memperbaiki amalan - amalanmu, dan mengampuni dosa2mu. Siapa yg sungguh2 taat kpd Alloh dan Rosul'Nya, sungguh telah meraih kemenangan besar". Dan dalam surah Qoof : 18 "Tidaklah berkata satu kata kecuali di catat oleh malaikat Roqid dan Atid".

Subhaanalloh... betapa untungnya berkata baik, benar, santun & mulia itu ternyata setiap berkata baik, Alloh memperbaiki keadaan kita & mengampuni dosa2 kita, dan ini pula yg membuat hamba2 beriman sangat berhati2 dalam berucap apalagi dalam perbuatan. Semuanya di catat dan di pertanggung jawabkan di hadapanNya di akhirat kelak.

Mari sama2 kita berdoa dgn mengamini doa ini :

" Yaa Alloh tancapkan di hati kami keindahan iman dan keindahan lisan... Aamiin"

Alfaqirul ilim Waddhoif.
Burhanuddin Shofwan Ahmad MT